Berita Terkini

Sekretaris KPU Sulbar Menyerahkan Seragam Pamdal KPU

MAMUJU, KPU Sulbar -- Sekretris KPU Provinsi Sulawesi Barat Dr Bakhtiar sepulang dari Konsolnas KPU RI di Bandung tanggal 13 sampai dengan 16 November 2021 menyerahkan seragam Pamdal sesuai SK Sekjen KPU RI NO.979/Hk.03.2.Kpt/04/SJ/VIII/2021 tentang pakaian dinas dan kelengkapan atribut pejabat dan pegawai pada unit kerja yang membidangi pengamanan dalam dan lain. Dr. Baktiar berpesan kepada dua perwakilan KPU Provinsi Sulawesi Barat Yusuf dan Muhammad Yunus bahwa seragam mengandung makna dan tanggung jawab yang besar dalam menerapkan standar operasional pelayanan sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang sudah didapat. Hal senada juga disampaikan Kabag Keuangan, Umum dan Logistik Djumrah Assak. Ia berpesan, keduanya harus dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan yang belum ikut Diklat Gada Pratama. "Kalian harus meningkatan kwalitas serta profesionalitas kinerja satuan pengamanan," kata Djumrah di Kantor KPU Sulbar, Kamis (18/11/2021). KPU Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekjen KPU RI atas program Diklat Gada Pratama yang dilaksanakan di Sekolah Pendidikan Negara Polda Metro Jaya, Lido Sukabumi, Jawa Barat. Mamuju  18 November 2021 lalu (Rilis Hupmas)

KPU Sulbar Kukuhkan Kader dan Lokus 'Salili'

MAMUJU, KPU Sulbar -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat mengukuhkan 25 kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (Salili). Nantinya, kader-kader yang didominasi pemilih muda ini dapat menjadi corong KPU untuk mengkampanyekan demokrasi yang sehat. Pengukuhan kader dirangkaikan dengan peresmian lokus Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (Salili) yang dilaksanakan di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.  Ketua KPU Provinsi Sulawesi Barat Rustang mengatakan, Desa Tadui sebagai pilot project pendidikan pemilih di Sulawesi Barat. Kebaikan-kebaikan, pemahaman-pemahaman kepemiluan yang disampaikan oleh pemateri dari kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader demokrasi yang pemahaman dan pengetahuan tentang pemilu, mau pemilihan bisa merata di desa dan selanjutnya menular ke desa tetangga. "Kenapa di desa ini, diharapkan akumulasi dari peserta  berbagai unsur itu menjadi kolaborasi di manapun. Kita berharap kedaulatan rakyat, Tadui bisa menjadi warna tersendiri, bahwa kedaulatan itu ada di tangan rakyat berdasarkan UU 1945," kata Rustang dalam sambutannya. Ia menjelaskan, salah satu yang bisa dikatakan bahwa masyarakat benar-benar berdaulat, jika bisa memilih berdasarkan pemahaman dan kecerdasannya, bukan karena iming-iming. "Kenapa partisipasi perlu, karena saat masyarakat menggunakan hak pilihnya, mereka merasa bertanggung jawab, ikut mengawasi pembangunan. Salah satu teori politik dari desa mengepung kota, kalau desa bagus kecamatan bagus, kalau kecamatan bagus kabupaten bagus, begitupun selanjutnya," tutupnya. Komisioner KPU Sulbar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan  SDM Adi Arwan Alimin mengatakan, pembekalan kader Program Salili diharapkan dapat memahami peran dan fungsinya. "Ini juga menjadi bagian dari upaya untuk merekrut calon penyelenggara pemilihan di Pemilu yang akan datang. Kader 'Salili' kita harapkan akan memiliki kemampuan atau kompetensi bidang kepemiluan."  Hadir dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPU Sulbar Sukmawati M Sila, Sa'id Usman Umar dan Farhanuddin. Sekertaris KPU Sulbar Dr Bakhtiar bersama jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga Kesbangpol, KPU Kabupaten Mamuju, Pemerintah kecamatan dan desa. (Rilis Hupmas)

Dirjen Cipta Karya Minta Pembangunan Kantor KPU Sulbar Dipercepat

MAMUJU, KPU Sulbar -- Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Ir. Diana Kusumastuti meminta pelaksana pembangunan Kantor KPU Provinsi Sulawesi Barat dipercepat. "Harus ada penambahan pekerja, ini harus selesai November, kasihan KPU-nya. Kalau mau dibayar harus cepat selesai," tegas Diana kepada penanggungjawab pembangunan, Rabu (3/11/2021). Hal tersebut disampaikan Diana usai memantau progres pembangunan Kantor KPU Sulbar bersama Direktur Bina Penataan Bangunan Boby Ali Azhari dan Ketua Satgas Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Darurat Bencana Gempa Bumi Sulawesi Barat Ir. Sri Hartoyo. Ketua KPU Provinsi Sulawesi Barat Rustang menyampaikan, Dirjen Cipta Karya meminta percepatan pengerjaan pembangunan gedung KPU itu sesuai dengan target Bulan November 2021). Walaupun nanti misalnya paling lambat, targetnya awal Desember. "Saya dengar tadi itu 30 November itu harus selesai. Penambahan pekerja juga akan dilakukan melebihi dari yang ada sekarang, jadi kalau sekarang itu ada 25 menurut informasi dari pelaksanaannya,  diminta untuk ditambah lagi 30, sehingga menjadi 55 orang pekerja. Diusahakan itu bisa memburu pelaksanaan target pekerjaan tuntas di akhir November," ungkap Rustang. Bangunan kantor KPU didesain dengan kapasitas bangunan dapat bertahan paling cepat 50 tahun jika terjadi gempa, namun jika tak ada gempa dapat bertahan sampai 200 tahun. "Jadi memang ini konstruksi khusus pada kondisi gempa, makanya menggunakan plat cakar ayam yang lebar di bawah jadi cakar ayamnya bukan sekedar turun, tetapi juga plat di bawah. Kalau ini bangunan KPU dapat bertahan hingga magnitude gempa 9 skala richter," tutupnya (Rilis Hupmas)

Menuju Pemilu 2024 KPU Sulbar Gelar Rakor Bakohumas

MAMUJU, -- Komisi Pemilih Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas),  agenda ini berlangsung di tenda darurat depan Kantor KPU Sulbar, Rabu (23/6/2021). Pembentukan Bakohumas  berdasarkan keputusan KPU Nomor 172 Tahun 2021 tentang Badan Koordinasi Kehumasan  KPU. Ditindaklanjuti Surat Nomor 224 tanggal 22 Maret 2021. Salah satu tugas utama Bakohumas KPU, pertama melakukan koordinasi antara KPU RI dan KPU provinsi dan kabupaten. Kemudian yang kedua, melakukan koordinasi dan kerjasama bakohumas  pada instansi atau lembaga pemerintahan daerah. Ketiga, merencanakan dan melaksanakan kegiatan kehumasan. Keempat menghimpun mengelola dan menyalurkan informasi kehumasan yang diperlukan. Ketua KPU Rustang menyampaikan, informasi kepada seluruh stakeholeder tentang keberadaan Bakohumas, sehingga berkelanjutan dari search informasi, search data dan seterusnya akan dibangun melalui Bakohumas. "Kita berharap di seluruh instansi vertikal maupun OPD juga sudah ada sehingga diharapkan berlanjut pada kerja sama di antarbakohumas. Untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait tupoksi KPU. Terkait kepemiluan yang akan datang secara berkelanjutan," kata Rustang. Ia menjelaskan, tujuan bakohumas untuk menjamin kemitraan yang baik sesama badan kehumasan antar lembaga. Sehingga informasi yang dibutuhkan segera bisa ditindaklanjuti berdasarkan komunikasi melalui kerja sama yang dibangun. Rakor ini dihadiri segenap anggota KPU Sulbar, Kepala Kesbangpol Sulbar Herdin Ismail, Ilham Borahima Ka Disdukcapil, Mayor Ahmad Kapenrem 142 Tatag, Ahmad S. Kasi Infratek Kominfo, Amirullah Bandu perwakilan Ombudsman, Ipda Imran dari Bid Humas Polda, Gatot unsur BIN, dan Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo, Hasman Biro Pemerintahan dan Kesra.  (Rilis Hupmas)

Program "Salili", Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

MAMUJU -- Program sosialisasi dan pendidikan pemilih ibarat perjalanan yang terus bergerak bagi penyelenggara pemilihan umum. Lema ini hampir tidak mengenal istilah tahapan Pemilu atau Pemilihan pada umumnya. "Kesadaran atas hak pilih, dan kesadaran atas daulat rakyat untuk menentukan pilihan sesuatu yang sifatnya hakiki. Itu azasi bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat untuk memilih," urai Adi Arwan Alimin, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat, Ahad, 20 Juni 2021.  Adi Arwan menyebut, KPU RI telah merumuskan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3). Program ini telah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.  Jajaran KPU kabupaten di Sulbar juga telah melakukan sosialisasi dan koordinasi bersama pihak pemerintah daerah perihal program ini. Gerakan DP3 secara bersama bertujuan untuk makin meningkatkan kualitas pelaksanaan setiap momentum Pemilu atau Pemilihan. Seperti diketahui publik, tahapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024 bakal segera dimulai. Menurut Adi, program pendidikan pemilih bagian dari road map menuju tahapan 2024. Setiap kabupaten akan memilih desa sesuai kriteria yang telah ditentukan sebagai pilot project DP3 ini.  "Kami pun menawarkan, dan menyebut istilahnya dalam akronim 'Salili', ini memiliki filosofi bahwa salili memiliki makna rindu, atau keinginan kuat pada harapan yang kita inginkan. Menjadi pemilih yang cerdas, dan berintegritas merupakan diantara tujuan penting dari pendidikan pemilih," kata Adi Arwan. (RilisHupmas)

KPU Melayani, Ekspedisi Gowes Gorontalo-Makkah

PASANGKAYU -- Dua pemuda asal Provinsi Gorontalo yang sedang melakukan perjalanan haji dengan bersepeda dari Gorontalo ke Makkah beberapa hari terakhir viral di media sosial.  Kedua pemuda tersebut adalah Andi Harvin Thalib dan Airul Maatini. Mereka berangkat dari Gorontalo sejak 06 Juni 2021 dan tiba di Sarjo 19 Juni 2021.  Keduanya kemudian istirahat semalam di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan dan melanjutkan perjalanan Ahad pagi 20 Juni 2021. Masuk ke wilayah perbatasan bagian Utara Sulbar, Pasangkayu mereka dijemput oleh komunitas sepeda Sarjo Bike Club (SBC).  Heriansyah yang juga merupakan Anggota KPU Kabupaten Pasangkayu mengatakan, sesama pegiat olahraga sepeda sangat mengapresiasi tekad dan motivasi kedua pemuda asal Gorontalo ini.  Mereka berniat untuk melaksanakan haji di musim haji tahun depan, dengan bersepeda ke Makkah.  "Ini juga banyak mengundang empati dari masyarakat di beberapa daerah yang dilalui. Termasuk kami di wilayah Kecamatan Sarjo yang berinisiatif menjemput dan mengantar kedua pemuda ini dari perbatasan bagian Utara Provinsi Sulbar, hingga ke Ibukota Pasangkayu di Bundaran Smart," kata Heriansyah, Ahad (20/6/2021). Jajaran KPU Kabupaten Pasangkayu yang sebagian merupakan pengiat olahraga sepeda, berinisiatif untuk melakukan penjemputan dan pengantaran ke Perbatasan Pasangkayu-Mateng, merupakan bagian dari tagline  KPU Melayani. (Rilis Hupmas)